Definisi aset
Dalam SFAC No.6 dijelaskan bahwa asset adalah manfaat ekonomi di masa depan yang diperoleh dan dikendalikan oleh entitas sebagai suatu hasil dari kejadian atau transaksi masa lalu. Di sini tambahkan kata “kejadian”. Kejadian ini merupakan suatu hal yang tidak melibatkan transaksi perusahaan. Kejadian didefinisikan sebagai transaksi perusahaan pihak lain yang ada di luar perusahaan. Berbagai kejadian / transaksi yang terjadi di luar perusahaan, merupakan tolak ukur nilai wajar bagi perusahaan. Nilai ini kemudian dapat diacu oleh perusahaan
Dalam SFAC no.6 disebutkan “aset are probable future economic benefit…” probable disini berarti mendekati pasti. Sehingga, aset mendekati pasti akan memberikan manfaat ekonomi di masa depan. “... obtained or controlled by a particular entity….” obtained berarti secara legal dan controlled artinya dikuasai manfaatnya oleh suatu entitas tertentu. “... as a result of past transaction or events.” sebelumnya tidak ada definisi ‘events’. Hanya transaction. Transaction artinya persetujuan jual beli dalam perdagangan antara 2 pihak, yang mana berkaitan dengan (uang?). Sedangkan penambahan ‘events’ disini, tidak hanya yang bersifat moneter, event tidak melibatkan perusahaan dan untuk mengantisipasi pelaporan FV
Revenue-expense approach
Beberapa pos biaya, seperti kos barang terjual, dibandingkan (matched with)dengan pendapatan yang terkait. Kos ini diakui pada saat atau perioda yang sama dengan pengakuan pendapatan yang dihasilkan langsung atau bersama(directly or jointly) dari transaksi atau kejadian lain yang sama dengan yang menimbulkan biaya.
Cost dipertemukan dengan revenue pada periode terjadinya transaksi (pada periode yang sama) tujuannya untuk menghindari misstatement earning pada periode berhubungan dengan laporan rugi laba.
Revenue - cost = gain
Revenue = cogs = gross profit - expense = income
Gains menambah equity, net incomenya menambah equity.
Jelaskan apakah SFAC No.5,6,7 merupakan pedoman yang cukup untuk menerapkan metode fair value dalam pengukuran akuntansi? (1 HAL)
SFAC No.5 belum ada perubahan dasar, tetapi sudah cukup untuk menjadi dasar penerapan nilai wajar. Hal ini disebabkan karena sudah memperkenalkan mengenai atribut pengukuran yaitu NRV, PV of cash flow
Pada SFAC No.6 juga ditambahkan kata “kejadian” untuk elemen asset, kewajiban, yang mana hal tersebut menandakan bahwa dapat diukur menggunakan nilai wajar.
Sedangkan pada SFAC No.7 sudah dijelaskan dengan detail mengenai penggunaan nilai yang ditentukan pasar, sehingga dapat diamati
Jelaskan pendekatan yang ditempuh USA dalam mengadopsi IFRS
FASB mempengaruhi IASB yang sudah memiliki standar namun tidak memiliki
kerangka konseptual. FASB beranggapan bahwa kerangka konseptual ini penting karena
menjadi dasar bagi pembuatan standar. Maka darii tu FASB dan IASB bersepakat untuk
mengganti SFAC No.1 dan 2 ke SFAC No.8 yang sebenarnya memiliki ide yang sama,
hanya saja FASB bermaksud untuk mempengaruhi IASB, beserta negara-negara dalam
G20 untuk menerapkan kerangka konseptual yang dibuatnya. SFAC ini kemudian
dikembangkan menjadi IFRS?
Prinsip matching dalam akuntansi maksudnya adalah biaya yang dipertemukan sama dengan pendapatan yang diterima, ini dimaksudkan untuk menetukan besar kecilnya penghasilan bersih ditiap periode.
Dalam prinsip ini sangat bergantung pada penentuan pendapatan, jika pengakuan pendapatan ditunda misalnya, maka pembebanan biaya juga tidak bisa dilakukan. Ada beberapa kesulitan pada prinsip ini, misalnya biaya yang dikeluarkan tidak berhubungan langsung dengan pendapatan yang diterima.
Contoh: Biaya administrasi yang tidak bisa dihubungakan dengan pendapatan perusahaan.
Contoh: Biaya administrasi yang tidak bisa dihubungakan dengan pendapatan perusahaan.
Namun kasus seperti ini masih bisa diatasi dengan cara membebankan biaya yang dikeluarkan tersebut kedalam periode terjadinya pengeluaran. Tidak disandingkan dengan pendapatan. Biaya yang tidak bisa disandingkan dengan pendapatan tersebut sering disebut dengan Period Cost karena tidak memiliki keterkaitan yang langsung dan jelas dengan pendapatan yang diterima. Contoh biaya yang sulit dihubungkan dengan pendapatan yang lain adalah biaya yang telah dikeluarkan memiliki hubungan yang jelas dengan produksi tetapi manfaatnya tidak habis dalam satu periode. Manfaatnya akan terus dirasakan hingga beberapa periode.
Biaya seperti ini nanti pembebanannya akan ditunda. Ditunda hingga kapan ? Pembebannya akan dialokasikan (dibagi) kedalam periode berikutnya dimana biaya tersebut dimanfaatkan. Contohnya adalah biaya penyusutan. Permasalahan yang timbul adalah bagaimana pengalokasian biaya setiap periodenya?
Contoh tahun 2014 perusahaan melakukan pembelian gudang ataupun mesin. Tentu gudang atau mesin yang dibeli tersebut juga akan dipakai ditahun tahun berikutnya. Tidak hanya dipakai pada tahun 2014 saja.
Sebagai efek dari prinsip ini adalah dipergunakan Accrual Basis didalam pembebanan biaya, yang akhirnya memunculkan jurnal penyesuaian pada setiap akhir periode untuk mempertemukan pendapatan dan biaya.
Soal Hezky:
- Jelaskan bagaimana hubungan antara kondisi ekonomi dan politik, teori akuntansi normatif, standar akuntansi, dan praktek akuntansi. Berikan contoh konkritnya! (Jawaban max. 1 halaman)
Kondisi ekonomi berdampak pada keduanya baik faktor politik maupun teori akuntansi. Contoh pengaruh kondisi ekonomi adalah terjadinya inflasi pada tahun 1970 di USA yang pada akhirnya menjadi katalis bagi FASB untuk meng-disclosure informasi tentang perubahan harga. Selain itu, kondisi ekonomi juga merupakan faktor yang mempercepat merger dan akuisisi.
Faktor politik, pada gilirannya, juga memiliki efek pada teori akuntansi. Misalnya, setelah Statement of Financial Accounting Standards(SFAS) No. 96 tentang alokasi pajak penghasilan muncul pada tahun 1987, beberapa artikel jurnal serta preparers laporan keuangan perusahaan mengkritik itu. Akhirnya, faktor politik (lihat pembahasan berikut seperti kemahalan dan kesulitan menerapkan SFAS No. 96) menyebabkannya digantikan oleh SFAS No. 109. Meskipun sederhana, gambar diatas adalah titik awal yang baik untuk membawa keluar bagaimana ide-ide dan kondisi akhirnya menyatu menjadi keputusan penyusunan standar yang membentuk pelaporan keuangan.
Badan-badan seperti FASB dan SEC, yang diberi wewenang membuat aturan akuntansi keuangan, melakukan fungsi kebijakan. Fungsi kebijakan ini juga disebut standard setting atau rule making dan khusus mengacu pada proses penerbitan pernyataan yang dikeluarkan oleh FASB atau SEC. Input ke fungsi pembuatan kebijakan berasal dari tiga sumber utama (meskipun tidak selalu sama): Faktor ekonomi, faktor politik, dan teori akuntansi.
Contoh terbaik dari faktor ekonomi adalah terjadinya inflasi parah pada tahun 1970-an di Amerika, yang tidak diragukan lagi menyebabkan FASB untuk memaksa pengungkapan informasi mengenai perubahan harga, ini adalah contoh klasik dari kondisi ekonomi yang berdampak pada pembuatan kebijakan. Contoh lain dari faktor ekonomi adalah percepatan merger dan akuisisi.
Faktor-faktor politik merujuk pada pengaruh pembuatan kebijakan terhadap mereka yang akan tunduk pada aturan atau peraturan yang dihasilkan. Termasuk dalam kategori ini adalah auditor, yang bertanggung jawab untuk menilai apakah aturan telah diikuti; pembuat laporan keuangan, yang diwakili oleh organisasi seperti Financial Executive International (FEI); dan investor, yang diwakili oleh organisasi seperti CFA Institute dan masyarakat itu sendiri, yang mungkin diwakili oleh kelompok pemerintah seperti Kongres atau oleh departemen atau lembaga dari cabang eksekutif dari pemerintah, seperti Securities and Exchange Commission (SEC).
Teori akuntansi dikembangkan dan disempurnakan oleh proses penelitian akuntansi. Profesor akuntansi terutama yang melakukan penelitian, tetapi banyak individu dari organisasi pembuatan kebijakan, kantor akuntan publik, dan industri swasta juga memainkan peran penting dalam proses penelitian.
Standar dan pernyataan lain dari badan penyusun standar akuntansi ditafsirkan dan dipraktikkan di tingkat organisasi. Oleh karena itu, output dari tingkat kebijakan dilaksanakan pada tingkat praktik akuntansi. Tentu saja kita sekarang telah memasuki era ketika kegagalan besar perusahaan publik (misalnya, Enron, WorldCom) akan memiliki dampak yang signifikan terhadap standar akuntansi keuangan, peraturan audit, dan struktur kelembagaan organisasi seperti FASB dan SEC.
Pengguna terdiri dari banyak kelompok dan termasuk pemegang saham yang aktual dan potensial dan kreditur serta masyarakat luas. Hal ini penting untuk diingat bahwa pengguna tidak hanya menggunakan laporan keuangan dan pelaporan dalam membuat keputusan, tetapi mereka juga dipengaruhi oleh fungsi pembuatan kebijakan dan pelaksanaannya di tingkat praktik akuntansi.
2. Jelaskan secara garis besar sejarah perkembangan teori akuntansi normatif dengan menunjukkan karya-karya monumental!
Faktor politik, pada gilirannya, juga memiliki efek pada teori akuntansi. Misalnya, setelah Statement of Financial Accounting Standards(SFAS) No. 96 tentang alokasi pajak penghasilan muncul pada tahun 1987, beberapa artikel jurnal serta preparers laporan keuangan perusahaan mengkritik itu. Akhirnya, faktor politik (lihat pembahasan berikut seperti kemahalan dan kesulitan menerapkan SFAS No. 96) menyebabkannya digantikan oleh SFAS No. 109. Meskipun sederhana, gambar diatas adalah titik awal yang baik untuk membawa keluar bagaimana ide-ide dan kondisi akhirnya menyatu menjadi keputusan penyusunan standar yang membentuk pelaporan keuangan.
Badan-badan seperti FASB dan SEC, yang diberi wewenang membuat aturan akuntansi keuangan, melakukan fungsi kebijakan. Fungsi kebijakan ini juga disebut standard setting atau rule making dan khusus mengacu pada proses penerbitan pernyataan yang dikeluarkan oleh FASB atau SEC. Input ke fungsi pembuatan kebijakan berasal dari tiga sumber utama (meskipun tidak selalu sama): Faktor ekonomi, faktor politik, dan teori akuntansi.
Contoh terbaik dari faktor ekonomi adalah terjadinya inflasi parah pada tahun 1970-an di Amerika, yang tidak diragukan lagi menyebabkan FASB untuk memaksa pengungkapan informasi mengenai perubahan harga, ini adalah contoh klasik dari kondisi ekonomi yang berdampak pada pembuatan kebijakan. Contoh lain dari faktor ekonomi adalah percepatan merger dan akuisisi.
Faktor-faktor politik merujuk pada pengaruh pembuatan kebijakan terhadap mereka yang akan tunduk pada aturan atau peraturan yang dihasilkan. Termasuk dalam kategori ini adalah auditor, yang bertanggung jawab untuk menilai apakah aturan telah diikuti; pembuat laporan keuangan, yang diwakili oleh organisasi seperti Financial Executive International (FEI); dan investor, yang diwakili oleh organisasi seperti CFA Institute dan masyarakat itu sendiri, yang mungkin diwakili oleh kelompok pemerintah seperti Kongres atau oleh departemen atau lembaga dari cabang eksekutif dari pemerintah, seperti Securities and Exchange Commission (SEC).
Teori akuntansi dikembangkan dan disempurnakan oleh proses penelitian akuntansi. Profesor akuntansi terutama yang melakukan penelitian, tetapi banyak individu dari organisasi pembuatan kebijakan, kantor akuntan publik, dan industri swasta juga memainkan peran penting dalam proses penelitian.
Standar dan pernyataan lain dari badan penyusun standar akuntansi ditafsirkan dan dipraktikkan di tingkat organisasi. Oleh karena itu, output dari tingkat kebijakan dilaksanakan pada tingkat praktik akuntansi. Tentu saja kita sekarang telah memasuki era ketika kegagalan besar perusahaan publik (misalnya, Enron, WorldCom) akan memiliki dampak yang signifikan terhadap standar akuntansi keuangan, peraturan audit, dan struktur kelembagaan organisasi seperti FASB dan SEC.
Pengguna terdiri dari banyak kelompok dan termasuk pemegang saham yang aktual dan potensial dan kreditur serta masyarakat luas. Hal ini penting untuk diingat bahwa pengguna tidak hanya menggunakan laporan keuangan dan pelaporan dalam membuat keputusan, tetapi mereka juga dipengaruhi oleh fungsi pembuatan kebijakan dan pelaksanaannya di tingkat praktik akuntansi.
2. Jelaskan secara garis besar sejarah perkembangan teori akuntansi normatif dengan menunjukkan karya-karya monumental!
Scribd
hubungan antara
kondisi ekonomi dan politik
,
teori akuntansinormatif, standar akuntansi,
dan
praktek akuntansi
. Berikancontoh konkritnya!
Teori akuntansi berkaitan erat dengan penyusunan kebijaksanaan akuntansi. Hubungan antara teoriakuntansi dan proses penetapan standar harus dipahami dalam konteksnya yang luas. Kondisi ekonomimemiliki dampak terhadap faktor politik dan teori akuntansi. Demikian juga,faktor politik memilikidampak terhadap teori akuntansi. Lingkungan akuntansi keuangan mempengaruhi proses penetapankebijakan,yang pada akhirnya juga akan turut menentukan proses pelaporan keuangan. FASB dan SECmenjalankan fungsinya sebagai badan pembuat kebijakan dalam bidang akuntansi keuangan sekaliguspenetapan standar.Kiblat akuntansi sangat berpengaruh pada factor ekonomi dan politik, karena saat ini Amerika sebagaiNegara adi kuasa yang menguasai bidang politik dan ekonomi dunia sehingga membuat amerikadominan, maka Negara-negara lain termasuk Indonesia ikut belajar dari Amerika, mengadopsi systemyang digunakan oleh mereka baik dalam hal penetapan standar maupun praktek akuntansi. Sehinggadapat kita lihat disini bahwa memang ada keterkaitan antara akuntansi dengan geoekonomi(pusatekonomi) dan geopolitik(pusat politik).
Faktor-faktor yang mempengaruhi penetapan kebijakan akuntansi
:1. Kondisi EkonomiTingkat inflasi yang tinggi,terjadi pada tahun 1970 an dimana FASB mengharuskan pada perlunyapengungkapan atas informasi mengenai perubahan harga adalah salah satu contoh klasik dari kondisiekonomi yang berimplikasi pada pembuatan kebijakan.2. Faktor PolitikAdapun yang dimaksud dengan faktor politik adalah pihak-pihak yang merupakan subjek dimanaketentuan dan berbagai regulasi dihasilkan
3. Teori AkuntansiTeori akuntansi dikembangkan dan disaring lewat sebuah proses riset akuntansi. Hasil riset utamaberasal dari akuntan pendidik,kantor akuntan publik,dan sektor industri swasta.Standar dan pernyataan atau ketetapan lainnya yang dihasilkan oleh organisasi pembuat kebijakan akandiintegrasikan dan diterapkan dalam praktek pada tingkat organisasi.Kemudian sebelum laporan keuangan dihasilkan, auditor akan menjelaskan fungsinya sebagai fungsipengendalian yaitu memastikan adanya kecocokan antara praktik akuntansi dengan berbagai ketentuanakuntansi yang ada. Setelah itu,barulah laporan keuangan yang telah diaudit ini akan diterbitkan dandisajikan kepada para pemakai (user).
Hubungan teori akuntansi dan praktik akuntansi : akuntansi memiliki hubungan definitivedengan praktik akuntansi; perumusan teori akuntansi timbul karena adanya kebutuhan untukmemberikan logika penalaran tentang apa yang dilakukan auditor; teori akuntansi tidaklepas dari praktik akuntansi karena bertujuan menjelaskan praktik akuntansi danmemberikan dasar bagi pengembangan praktik.Proses perumusan teori akuntansi : berdasarkan 4 pendekatan yaitu : (1) pendekatan bahasa,(2) pendekatan penalaran, (3) pendekatan justifikasi, dan (4) pendekatan prediktif.
►
Pendekatan bahasa terdiri atas : syntactic, semantic, dan pragmatic
►
Pendekatan penalaran terdiri atas : deduktif dan induktif
►
Pendekatan penalaran terdiri atas : normatif
►
Pendekatan penalaran terdiri atas : akuntansi posit
Jelaskan secara garis besar sejarah perkembangan teoriakuntansi normatif dengan menunjukkan karya-karyamonumental yang kontribusinya besar dalam perkembangan teoritersebut.
. Normative period (1956-1970)Aturan atas asumsi dasar, definisi, prinsip-prinsip dan konsep yang membawahi pembuatan peraturanpraktek akuntansi. Bisa dikatakan bahwa ini merupakan Rasionalitas dibalik peraturan standarakuntansi. dimana sasarannya adalah menghasilkan penjelasan atau penalaran untuk menjustifikasikelayakan suatu perlakuan akuntansi paling sesuai dengan tujuan tertentu yang ingin dicapai.
Dalam periode ini perumus teori akuntansi mencoba merumuskan “norma
-
norma” atau “praktekakuntansi yang baik”. Kalau dalam periode sebelumnya menekankan kepada ”APA” yang terjadi
dalam
periode ini ”Bagaimana seharusnya” dilakukan, ”What should be”. Pada periode ini muncul kritikterhadap konsep ”historical cost” dan pendukung adanya ”conceptual framework”. Beberapa terbitan
laporan pada era ini adalah: An Inquiry into the Nature of Accounting oleh Goldberg yang diterbitkanpada tahun 1965, AAA menerbitkan A Statement of Basic Accounting Theory.ASOBAT adalah pencanangpenerapan
konsep entitas dengan mengindikasikan bahwa tujuan akuntansi adalah untukmembantu pengguna dalam mengambil keputusan. Sebagai konsekuensinya, komitemengadopsi suatu pendekatan keputusan-bermanfaat dan mengidentifikasi 4 standar untukdigunakan dalam mengevaluasi informasi akuntansi: relevansi, verifiabilitas, bebas dari bias,dan dapat dikuantisir.
Pendekatan normatif dikritik karena:(1) teori normatif tidak melibatkan pengujian hipotesa.(2) teori normatif didasarkan pada pertimbangan subyektif.
Jelaskan substansi pokok dari teori ekuitas (equity theory) danbagaimana teori tersebut mempengaruhi penetapan standarakuntansi. Tunjukkan teori atau teori-teori ekuitas yang melatar-belakangi elemen laporan keuangan menurut SFAC No 3 atauNo. 6.
SFAC No. 6 mendefinisikan equitas sebagai sisa kepemilikan. Bagaimanapun sisakepemilikan yang diuraikan di dalamnya tidak sama dengan equitas sisa yang didefinisikan diatas. Pengertian ini lebih pada perbedaan antara aktiva dan kewajiban. Konsekuensinya,berdasarkan SFAC No. 6, definisi dan karakteristik ekuitas bergantung pada definisi dankarakteristik aktiva dan kewajiban. SFAC No. 6 mendefinisikan ekuitas secara keseluruhan tidak mendefinisikan sifat dari elemen-elemen ekuitas. Ini sejalan dengan catatatan bahwa perusahaanmungkin memiliki lebih dari satu kelompok ekuitas, seperti saham biasa dan saham preferren.Ekuitas didefinisikan sebagai perbedaan antara aktiva dan kewajiban, dan kewajibandidefinisikan sebagai kewajiban untuk menyerahkan aktiva atau menyediakan jasa kepada entitaslain di masa yang akan datang sebagai hasil dari transaksi atau kejadian di masa lalu.Konsekuensinya, berdasarkan definisi SFAC No. 6, perbedaan antara kewajiban dan ekuitasadalah ekuitas tidak mewajibkan entitas untuk menyerahkan sumber daya masa datang ataumenyediakan jasa. Tidak ada kewajiban untuk membagi sumber daya kepada pemilik ekuitassebelum diumumkan oleh dewan direktur kecuali jika entitas dilikuidasi.
UJIAN TENGAH SEMESTER TEORI AKUNTANSI SEMESTER I TAHUN AKADEMIK 2011/2012 hubungan antara kondisi ekonomi dan politik, teori akuntansi normatif, standar akuntansi, dan praktek akuntansi. Berikan contoh konkritnya! Teori akuntansi berkaitan erat dengan penyusunan kebijaksanaan akuntansi. Hubungan antara teori akuntansi dan proses penetapan standar harus dipahami dalam konteksnya yang luas. Kondisi ekonomi memiliki dampak terhadap faktor politik dan teori akuntansi. Demikian juga,faktor politik memiliki dampak terhadap teori akuntansi. Lingkungan akuntansi keuangan mempengaruhi proses penetapan kebijakan,yang pada akhirnya juga akan turut menentukan proses pelaporan keuangan. FASB dan SEC menjalankan fungsinya sebagai badan pembuat kebijakan dalam bidang akuntansi keuangan sekaligus penetapan standar. Kiblat akuntansi sangat berpengaruh pada factor ekonomi dan politik, karena saat ini Amerika sebagai Negara adi kuasa yang menguasai bidang politik dan ekonomi dunia sehingga membuat amerika dominan, maka Negara-negara lain termasuk Indonesia ikut belajar dari Amerika, mengadopsi system yang digunakan oleh mereka baik dalam hal penetapan standar maupun praktek akuntansi. Sehingga dapat kita lihat disini bahwa memang ada keterkaitan antara akuntansi dengan geoekonomi(pusat ekonomi) dan geopolitik(pusat politik). Faktor-faktor yang mempengaruhi penetapan kebijakan akuntansi : 1. Kondisi Ekonomi Tingkat inflasi yang tinggi,terjadi pada tahun 1970 an dimana FASB mengharuskan pada perlunya pengungkapan atas informasi mengenai perubahan harga adalah salah satu contoh klasik dari kondisi ekonomi yang berimplikasi pada pembuatan kebijakan. 2. Faktor Politik Adapun yang dimaksud dengan faktor politik adalah pihak-pihak yang merupakan subjek dimana ketentuan dan berbagai regulasi dihasilkan. 3. Teori Akuntansi Teori akuntansi dikembangkan dan disaring lewat sebuah proses riset akuntansi. Hasil riset utama berasal dari akuntan pendidik,kantor akuntan publik,dan sektor industri swasta. Standar dan pernyataan atau ketetapan lainnya yang dihasilkan oleh organisasi pembuat kebijakan akan diintegrasikan dan diterapkan dalam praktek pada tingkat organisasi. Kemudian sebelum laporan keuangan dihasilkan, auditor akan menjelaskan fungsinya sebagai fungsi pengendalian yaitu memastikan adanya kecocokan antara praktik akuntansi dengan berbagai ketentuan akuntansi yang ada. Setelah itu,barulah laporan keuangan yang telah diaudit ini akan diterbitkan dan disajikan kepada para pemakai (user). Hubungan teori akuntansi dan praktik akuntansi : akuntansi memiliki hubungan definitive dengan praktik akuntansi; perumusan teori akuntansi timbul karena adanya kebutuhan untuk memberikan logika penalaran tentang apa yang dilakukan auditor; teori akuntansi tidak lepas dari praktik akuntansi karena bertujuan menjelaskan praktik akuntansi dan memberikan dasar bagi pengembangan praktik. Proses perumusan teori akuntansi : berdasarkan 4 pendekatan yaitu : (1) pendekatan bahasa, (2) pendekatan penalaran, (3) pendekatan justifikasi, dan (4) pendekatan prediktif. ► ► ► ► Pendekatan bahasa terdiri atas : syntactic, semantic, dan pragmatic Pendekatan penalaran terdiri atas : deduktif dan induktif Pendekatan penalaran terdiri atas : normatif Pendekatan penalaran terdiri atas : akuntansi posit Jelaskan secara garis besar sejarah perkembangan teori akuntansi normatif dengan menunjukkan karya-karya monumental yang kontribusinya besar dalam perkembangan teori tersebut. . Normative period (1956-1970) Aturan atas asumsi dasar, definisi, prinsip-prinsip dan konsep yang membawahi pembuatan peraturan praktek akuntansi. Bisa dikatakan bahwa ini merupakan Rasionalitas dibalik peraturan standar akuntansi. dimana sasarannya adalah menghasilkan penjelasan atau penalaran untuk menjustifikasi kelayakan suatu perlakuan akuntansi paling sesuai dengan tujuan tertentu yang ingin dicapai. Dalam periode ini perumus teori akuntansi mencoba merumuskan “norma-norma” atau “praktek akuntansi yang baik”. Kalau dalam periode sebelumnya menekankan kepada ”APA” yang terjadi dalam periode ini ”Bagaimana seharusnya” dilakukan, ”What should be”. Pada periode ini muncul kritik terhadap konsep ”historical cost” dan pendukung adanya ”conceptual framework”. Beberapa terbitan laporan pada era ini adalah: An Inquiry into the Nature of Accounting oleh Goldberg yang diterbitkan pada tahun 1965, AAA menerbitkan A Statement of Basic Accounting Theory.ASOBAT adalah pencanang penerapan konsep entitas dengan mengindikasikan bahwa tujuan akuntansi adalah untuk membantu pengguna dalam mengambil keputusan. Sebagai konsekuensinya, komite mengadopsi suatu pendekatan keputusan-bermanfaat dan mengidentifikasi 4 standar untuk digunakan dalam mengevaluasi informasi akuntansi: relevansi, verifiabilitas, bebas dari bias, dan dapat dikuantisir. Pendekatan normatif dikritik karena: (1) teori normatif tidak melibatkan pengujian hipotesa. (2) teori normatif didasarkan pada pertimbangan subyektif. Jelaskan substansi pokok dari teori ekuitas (equity theory) dan bagaimana teori tersebut mempengaruhi penetapan standar akuntansi. Tunjukkan teori atau teori-teori ekuitas yang melatarbelakangi elemen laporan keuangan menurut SFAC No 3 atau No. 6. SFAC No. 6 mendefinisikan equitas sebagai sisa kepemilikan. Bagaimanapun sisa kepemilikan yang diuraikan di dalamnya tidak sama dengan equitas sisa yang didefinisikan di atas. Pengertian ini lebih pada perbedaan antara aktiva dan kewajiban. Konsekuensinya, berdasarkan SFAC No. 6, definisi dan karakteristik ekuitas bergantung pada definisi dan karakteristik aktiva dan kewajiban. SFAC No. 6 mendefinisikan ekuitas secara keseluruhan tidak mendefinisikan sifat dari elemen-elemen ekuitas. Ini sejalan dengan catatatan bahwa perusahaan mungkin memiliki lebih dari satu kelompok ekuitas, seperti saham biasa dan saham preferren. Ekuitas didefinisikan sebagai perbedaan antara aktiva dan kewajiban, dan kewajiban didefinisikan sebagai kewajiban untuk menyerahkan aktiva atau menyediakan jasa kepada entitas lain di masa yang akan datang sebagai hasil dari transaksi atau kejadian di masa lalu. Konsekuensinya, berdasarkan definisi SFAC No. 6, perbedaan antara kewajiban dan ekuitas adalah ekuitas tidak mewajibkan entitas untuk menyerahkan sumber daya masa datang atau menyediakan jasa. Tidak ada kewajiban untuk membagi sumber daya kepada pemilik ekuitas sebelum diumumkan oleh dewan direktur kecuali jika entitas dilikuidasi.
No comments:
Post a Comment